MINGGUPAGI.ID – Pemerintah pusat resmi mengumumkan kebijakan Harga BBM India Naik kembali. Perusahaan penyulingan minyak negara menaikkan tarif bensin dan solar. Kebijakan terbaru ini berlaku efektif pada hari Sabtu lalu. Langkah ini bertujuan menekan kerugian negara akibat subsidi energi. Pemerintah juga ingin mengendalikan lonjakan permintaan pasar domestik.
Situs resmi Indian Oil Corporation merilis rincian data terbaru. Bensin wilayah New Delhi kini menyentuh angka 99,51 rupee. Harga jual solar juga melonjak menjadi 92,49 rupee. Kenaikan tarif ini berada pada kisaran satu persen saja. Bharat Petroleum dan Hindustan Petroleum juga mengambil langkah serupa.
Negara ini mencatat tiga kali kenaikan dalam sepekan terakhir. Akumulasi lonjakan solar mencapai lima setengah persen. Harga bensin secara total merangkak naik sekitar lima persen.
Imbas Perang dan Menekan Kerugian
Perusahaan distributor Indraprastha Gas Limited turut menaikkan harga gas. Tarif compressed natural gas naik sebesar satu persen. Konflik Timur Tengah memicu krisis energi negara padat penduduk ini. Jalur distribusi kawasan Selat Hormuz mengalami gangguan sangat serius. Perang wilayah Iran menyumbat pasokan minyak sejak Februari lalu.
Lonjakan harga minyak mentah menekan nilai tukar mata uang rupee. Investor asing langsung menarik dana dari pasar saham domestik. Tingkat inflasi harga grosir melonjak tajam hingga 8,3 persen. Perusahaan penyulingan negara menguasai 90 persen pangsa pasar energi.
Mereka berusaha menghindari lonjakan harga ekstrem bagi konsumen akhir. BPCL mengaku masih menanggung kerugian penjualan bensin dan solar.
Warga Borong BBM Secara Massal
Kondisi darurat ini memicu kepanikan warga secara massal. Fenomena panic buying melanda akibat berita Harga BBM India Naik. Permintaan solar Indian Oil meroket 18 persen pada bulan Mei. Permintaan bensin perusahaan juga melonjak tinggi hingga 14 persen.
Perusahaan menjamin kelangkaan pasokan energi ini hanya bersifat sementara. Kementerian Perminyakan dan Gas Alam segera merilis imbauan resmi. Mereka melarang masyarakat melakukan aksi borong bahan bakar berlebihan. Kerja sama warga menjamin kelancaran ketersediaan energi bagi semua orang.





