MINGGUPAGI.ID – Kasus Boikot RM Pagi Sore kini sedang ramai menghiasi media sosial. Banyak netizen membicarakan kasus tuduhan terhadap turis Malaysia belakangan ini. Kasus ini membuat banyak orang mempertanyakan nasib cabang baru. Rumah makan ini memang berencana membuka cabang wilayah Yogyakarta. Kamu wajib mengetahui fakta penting tentang struktur manajemen mereka.
Perbedaan RM Pagi Sore Merah dan Hijau
Isu Boikot RM Pagi Sore menyasar cabang wilayah Pantai Indah Kapuk. Cabang PIK ini beroperasi di bawah manajemen berlogo merah. Sementara itu, restoran baru di Jogja menggunakan logo hijau.
Manajemen Pagi Sore Hijau sangat berbeda dengan kelompok merah. Keduanya berdiri sendiri tanpa saling mengikat urusan operasional sama sekali. Jadi, masyarakat Jogja tidak perlu ragu untuk berkunjung nanti.
Kronologi Kasus Turis Malaysia Dituduh RM Pagi Sore
Seruan Boikot RM Pagi Sore bermula dari unggahan seorang turis Malaysia. Turis asal Malaysia bernama Norain menceritakan pengalaman pahit rombongannya. Rombongan tersebut mendapat tuduhan tidak membayar tagihan makan. Mereka menyantap hidangan dengan total tagihan mencapai Rp907.500.
Norain langsung melampirkan bukti transaksi kartu pembayaran yang sah. Ia beruntung masih menyimpan struk pembayaran tersebut di dalam tasnya.
Klarifikasi RM Pagi Sore dan Seruan Publik
Manajemen merah akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait masalah memalukan tersebut. Mereka mengakui kelalaian staf dan meminta maaf secara terbuka. Pihak manajemen berdalih kejadian ini bermula dari kesalahan komunikasi.
Namun, agen perjalanan Malaysia terlanjur melontarkan rasa kekecewaan mendalam. Mereka memviralkan aksi Boikot RM Pagi Sore di berbagai media sosial. Banyak warganet mendukung penuh langkah agen perjalanan asal Malaysia tersebut. Publik mendesak pihak restoran segera memperbaiki sistem kasir mereka. Namun sekali lagi, insiden fatal ini sama sekali tidak melibatkan Pagi Sore Hijau.











