Karyawan Baskin Robbins Dipecat Gara-gara Struk ‘Bakal Jenazah’ di Kue Ulang Tahun

Ilustrasi kue ulang tahun Baskin Robbins. (Foto: instagram/@baskinrobbinskorea)

MINGGUPAGI.ID – Momen perayaan ulang tahun ke-2 seorang balita di Malaysia mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarganya. Publik dunia maya baru-baru ini digemparkan oleh viralnya insiden struk bakal jenazah yang tercetak pada pesanan kue es krim dari gerai terkenal, Baskin Robbins. Imbas dari kelalaian tak etis ini, seorang oknum karyawan harus rela kehilangan pekerjaannya.

Kisah ini bermula ketika seorang pelanggan meluapkan amarahnya melalui media sosial pada awal April lalu. Pria tersebut menuntut penjelasan dari pihak manajemen lantaran nama pelangggan yang tertera di bukti pembayaran kue ulang tahun putrinya justru tertulis “Bakal Jenazah”. Sang ayah yang memesan kue tersebut di gerai Citta Mall, merasa sangat syok dan terhina.

“Istri saya memesan kue untuk anak kami yang baru berusia dua tahun, dan begini cara mereka menulis namanya? Apakah kalian mendoakan anak saya meninggal? Saya menuntut penjelasan secepatnya!” kecam sang ayah dalam unggahannya yang langsung memicu reaksi keras dari warganet.

Fakta di Balik Struk ‘Bakal Jenazah’ Baskin Robbins

Menghadapi gelombang protes dan citra buruk yang mengancam, manajemen Baskin Robbins Malaysia bergerak cepat melakukan investigasi internal sekaligus merilis klarifikasi. Mengejutkannya, kemunculan kalimat tak pantas pada struk bakal jenazah tersebut rupanya bukan karena unsur kesengajaan pengetikan manual oleh kasir di lokasi.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa nama yang tercetak di setruk dihasilkan secara otomatis oleh sistem backend yang terintegrasi dengan akun member (loyalty program). Nama tersebut sama sekali tidak bisa diedit secara manual di tingkat outlet. Usut punya usut, insiden ini terkuak sebagai imbas dari ulah nakal salah satu staf yang diam-diam menyalahgunakan poin member dengan nama akun “Bakal Jenazah” untuk memproses transaksi keluarga tersebut.

Menyusul terungkapnya skandal penipuan poin internal dan besarnya dampak psikologis yang ditimbulkan dari struk bakal jenazah ini, manajemen Baskin Robbins mengambil tindakan tanpa kompromi dengan langsung memecat karyawan yang bersangkutan.

“Staf tersebut telah kami berhentikan karena terbukti melakukan penyalahgunaan poin member serta memicu dampak keresahan,” tegas manajemen Baskin Robbins. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, perusahaan menyatakan telah memperketat pengawasan sistem operasional dan tengah berkomunikasi langsung dengan keluarga korban untuk memberikan permohonan maaf serta kompensasi yang layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *