Jangan Asal Jajan! Awas Bahaya Kemasan Takjil Ini Mengintai Kesehatanmu

Jajanan yang biasa dicari saat ngabuburit. (Foto: istimewa)

MINGGUPAGI.ID – Berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa memang jadi agenda wajib yang paling seru di bulan Ramadan. Mulai dari antre beli gorengan anget, es buah segar, sampai kolak pisang manis, semuanya bikin ngiler! Tapi, di balik nikmatnya jajanan sore itu, pernahkah kamu memperhatikan wadah pembungkusnya? Hati-hati, bahaya kemasan takjil yang asal-asalan bisa diam-diam merusak kesehatanmu, lho!

Faktanya, banyak pedagang yang masih menggunakan wadah berbahaya untuk mengemas makanan atau minuman yang bersuhu panas. Mulai dari plastik kiloan tipis, kresek hitam daur ulang, kertas koran bekas, hingga styrofoam. Padahal, paparan bahan kimia dari kemasan tersebut bisa luntur dan ikut termakan oleh kita.

Biar ibadah puasamu tetap sehat, yuk kenali bahaya kemasan takjil berikut ini dan mulai kurangi penggunaannya:

1. Plastik Kiloan Bening Bungkus yang satu ini paling sering dipakai buat mewadahi sayur berkuah panas atau gorengan yang baru diangkat dari wajan. Padahal, plastik kiloan umumnya mengandung zat kimia seperti BPA dan ftalat. Jika bersentuhan dengan suhu panas atau minyak goreng, zat kimia ini bisa meleleh dan berpindah ke makananmu. Bayangkan kalau ini terjadi setiap hari selama sebulan penuh!

2. Plastik Kresek Hitam Ini yang paling gawat! BPOM sudah sering memperingatkan bahwa kresek hitam adalah hasil daur ulang limbah plastik campur aduk. Bahan bakunya bisa saja berasal dari bekas wadah pestisida, bahan kimia, atau bahkan limbah kotoran. Kebersihannya sangat tidak terjamin. Jangan pernah biarkan makanan siap santapmu—terutama yang masih panas—bersentuhan langsung dengan kresek hitam.

3. Kertas Bekas (Koran atau Majalah) Makan gorengan beralaskan kertas koran bekas memang terasa klasik, tapi tahukah kamu ada ancaman besar di baliknya? Tinta cetak pada koran dan majalah mengandung logam berat timbal (Pb). Saat terkena uap panas dan minyak dari gorengan, racun timbal ini bisa bermigrasi langsung ke makanan yang kamu kunyah. Hiii, ngeri!

4. Styrofoam Kemasan putih empuk ini memang praktis, tapi sangat musuhan dengan suhu panas. Styrofoam terbuat dari butiran styrene dan benzena, dua senyawa kimia yang sangat reaktif terhadap panas. Jika digunakan untuk membungkus makanan panas, zat beracun ini bisa larut dan masuk ke aliran darah. Efek jangka panjangnya nggak main-main, mulai dari memicu kerusakan sumsum tulang, kelelahan kronis, hingga mengacaukan sistem saraf!

5. Gelas Kertas (Paper Cup) & Gelas Plastik Sekali Pakai Suka beli teh atau kopi panas pakai paper cup karena merasa lebih eco-friendly? Eits, tunggu dulu. Bagian dalam gelas kertas biasanya dilapisi film plastik tipis agar tidak bocor. Saat tersiram air mendidih, lapisan ini bisa melepaskan jutaan partikel mikroplastik yang akhirnya ikut tertelan. Begitu pula dengan gelas plastik sekali pakai yang rentan melepaskan BPA pemicu gangguan hormon.

Nah, setelah tahu bahaya kemasan takjil di atas, sudah saatnya kita lebih peduli. Yuk, mulai sekarang biasakan bawa food container atau tumbler sendiri dari rumah saat berburu jajanan buka puasa. Selain lebih sehat, kamu juga ikut membantu mengurangi gunungan sampah plastik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *