MINGGUPAGI.ID – Pecinta kuliner Thailand wajib tahu info penting ini! Pemerintah setempat baru saja merombak aturan minuman manis Thailand demi kesehatan warganya. Kalau biasanya kamu memesan es kopi atau Thai tea dengan takaran “manis normal” dan mendapatkan rasa yang super legit, kini resep tersebut resmi disunat hingga 50 persen lebih rendah gula dari resep aslinya!
Gebrakan penetapan standar minuman manis Thailand ini resmi digulirkan pada pertengahan Februari lalu. Nggak tanggung-tanggung, Departemen Kesehatan Thailand langsung berkolaborasi dengan sembilan raksasa franchise minuman lokal, seperti Café Amazon, Inthanin, All Café, Black Canyon, Punthai, hingga Chao Doi. Target utamanya jelas: menekan angka obesitas dan mencegah berbagai penyakit kronis.
Penurunan Gula yang Diterapkan Pemerintah Thailand
Buat kamu yang penasaran, pemangkasan resep ini benar-benar drastis. Sebagai gambaran, segelas kopi ukuran 16 oz yang biasanya mengandung 7,3 sendok teh gula, kini batas “normalnya” dipangkas hanya menjadi 3,7 sendok teh saja.
Aturan ketat ini juga berlaku untuk es teh susu alias Thai milk tea favorit sejuta umat. Takaran gulanya anjlok dari 6,6 sendok teh menjadi hanya 3,3 sendok teh per porsinya.
Kebijakan revolusioner terkait minuman manis Thailand ini ternyata sangat sejalan dengan peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Asal tahu saja, WHO merekomendasikan batas aman asupan gula harian seseorang adalah maksimal enam sendok teh. Dengan standar baru ini, minuman yang dijual di pasaran jadi jauh lebih aman dikonsumsi.
Disambut Positif oleh Industri dan Konsumen
Mengurangi asupan gula bukan cuma soal menjauhi diabetes. Secara medis, membatasi gula bisa memberikan banyak bonus buat tubuh, mulai dari bikin kulit lebih glowing, meningkatkan fokus dan konsentrasi, hingga menjaga organ hati dari tumpukan lemak.
Menariknya, para pelaku industri F&B justru menyambut baik regulasi ini. Menurut perwakilan pengusaha minuman, selera masyarakat saat ini memang sudah jauh bergeser. Trennya, konsumen lebih menyukai pesanan yang less sugar atau bahkan tanpa gula sama sekali.
Lewat kampanye potong gula ini, Thailand sukses membuktikan komitmennya. Mereka tak hanya melindungi warganya dari krisis kesehatan, tapi juga sukses memposisikan diri sebagai negara pelopor inovasi kesehatan masyarakat di kawasan Asia.











