MINGGUPAGI.ID – Gelombang wisatawan mulai membanjiri Kota Yogyakarta menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kawasan ikonik Malioboro sudah mulai dipadati pelancong sejak Senin (22/12/2025).
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta memprediksi akan ada sekitar 7 juta wisatawan yang masuk ke wilayah Yogyakarta selama periode libur panjang kali ini. Angka ini mencerminkan kenaikan volume lalu lintas hingga 20 persen dibandingkan hari-hari biasanya.
Kondisi Terkini Malioboro dan Sekitarnya
Memasuki pertengahan Desember, suasana di jantung kota Jogja mulai terasa riuh. Sejak pukul 15.00 WIB, para pelancong mulai memenuhi area pedestrian, terutama di kawasan Teras Malioboro Ketandan.
Meski arus lalu lintas di Jalan Mataram terpantau masih lancar, kantong-kantong parkir di sepanjang bahu jalan mulai dipenuhi kendaraan roda empat dengan plat nomor luar daerah. Penumpukan kendaraan mulai terjadi saat memasuki gerbang utama Jalan Malioboro, menandakan tingginya antusiasme wisatawan yang membawa kendaraan pribadi.
Prediksi Pergerakan Wisatawan Nataru 2025/2026
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengungkapkan bahwa mayoritas wisatawan diprediksi akan menggunakan jalur darat. Dari total 7 juta orang:
- 3,86 juta orang diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi.
- 3,16 juta orang memilih menggunakan moda angkutan umum.
Kepadatan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pengunjung.
Rekayasa Lalu Lintas di Yogyakarta Selama Libur Akhir Tahun
Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Dishub bersama Polresta Yogyakarta telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas situasional di beberapa titik strategis, antara lain:
- Jalan Bausasran: Diberlakukan sistem satu arah menuju Barat.
- Jalan Gajah Mada: Diberlakukan sistem satu arah menuju Selatan.
- Akses Malioboro: Pengaturan arah kendaraan secara fleksibel tergantung volume kepadatan di lapangan.
Wisatawan diimbau untuk terus memantau rambu lalu lintas terbaru dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari terjebak kemacetan panjang.











