Wisata  

Viral Bali Sepi Wisatawan saat Libur Nataru, Lebih Ramai Jogja?

Patung Dewa Ruci, salah satu spot wisata di Bali yang populer. (Foto: google/Tung Cheung)

MINGGUPAGI.ID – Bali sedang viral di media sosial. Tak sedikit warganet yang memposting video suasana Bali saat libur Nataru 2025 yang dinilai sepi. Diikuti Bali, Jogja juga menjadi salah satu daerah yang menjadi sorotan saat libur Nataru 2025 ini. Banyak orang yang sebut se-Indonesia berlibur ke Jogja.

Namun, di sisi lain, data otoritas bandara dan dinas pariwisata justru mencatat rekor kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Benarkah Bali mulai ditinggalkan, atau hanya pasarnya yang berubah?

Data Agoda: Yogyakarta Jadi Primadona Baru

Berdasarkan data pencarian akomodasi dari platform perjalanan Agoda, dominasi Bali sebagai destinasi nomor satu untuk liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 mulai tergeser. Posisi puncak pencarian domestik kini ditempati oleh Yogyakarta.

Tercatat ada lonjakan minat ke Yogyakarta sebesar 29 persen secara tahunan (year-on-year) untuk periode menginap 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Bali kini berada di peringkat kedua. Pergeseran ini dinilai terjadi karena wisatawan keluarga mencari opsi biaya perjalanan yang lebih efisien dibandingkan ke Bali.

Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, menyebut pihaknya belum memiliki survei resmi terkait peralihan massa ini. “Setiap daerah pasti mengejar momentum wisnus (wisatawan nusantara). Yogyakarta memang salah satu destinasi target utama di Pulau Jawa,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Fakta di Lapangan: Bali Banjir Wisatawan Asing

Meski wisatawan domestik terbagi fokusnya ke Jawa, pariwisata Bali akhir tahun 2025 justru panen wisatawan mancanegara (wisman). Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, membantah jika Bali dikatakan sepi pengunjung.

“Sejak tanggal 14 Desember sudah ada peningkatan. Untuk wisatawan asing sudah berada di atas 20 ribu per hari, demikian juga wisatawan nusantara mulai naik sejak tanggal 19 Desember,” ungkap Sumarajaya.

Secara kumulatif, performa Bali tahun ini justru lebih baik dari tahun lalu. Total kunjungan wisman ke Bali sepanjang 2025 mencapai 6,7 juta orang, meningkat dibanding tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6,3 juta kunjungan.

Bandara Ngurah Rai Tetap Sibuk

Data operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai turut menepis anggapan Bali sepi. Com & Legal Div. Head Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mencatat dalam kurun waktu delapan hari (15-22 Desember), terdapat pergerakan 534.030 penumpang dengan total 3.385 penerbangan.

Gubernur Bali I Wayan Koster juga menegaskan bahwa narasi sepi di media sosial adalah informasi yang tidak akurat jika disandingkan dengan data real kedatangan.

Pola Musiman, Bukan Sepi

I Wayan Sumarajaya menjelaskan bahwa persepsi “sepi” mungkin muncul karena perbedaan siklus musim. Puncak kunjungan (high season) Bali biasanya terjadi pada Juni-September, lalu menurun secara alami (low season), dan kembali melonjak menjelang Nataru.

Jadi, alih-alih ditinggalkan, Bali sedang mengalami penyesuaian pasar di mana kunjungan asing semakin mendominasi, sementara wisatawan domestik mulai melirik alternatif lain seperti Yogyakarta untuk efisiensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *