Wisata  

Maskapai Ini Tutup 7 Rute dan Batalkan Puluhan Penerbangan Gara-gara Krisis Avtur

Vietnam Airlines yang batalkan penerbangan akibat krisis avtur. (Foto: vietnamairlines.com)

MINGGUPAGI.ID – Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah kini membawa dampak serius bagi industri penerbangan di kawasan Asia. Ancaman krisis avtur atau bahan bakar pesawat mulai memicu gangguan operasional yang signifikan. Kelangkaan pasokan global ini bahkan memaksa sejumlah maskapai menghadapi situasi ekstrem, di mana mereka ditolak saat hendak mengisi bahan bakar di bandara negara tujuan karena pembatasan cadangan domestik.

Kondisi darurat ini dikonfirmasi oleh Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., yang menyoroti potensi lumpuhnya rute penerbangan jarak jauh dari negaranya. Akibat penolakan pengisian bahan bakar di berbagai negara, maskapai seperti Cebu Airlines terpaksa membawa cadangan avtur sendiri untuk mengakomodasi perjalanan pergi-pulang.

Vietnam Airlines Lakukan Pemangkasan Massal

Efek domino dari krisis avtur ini juga menghantam sektor penerbangan Vietnam secara telak. Menyusul terhentinya keran ekspor bahan bakar dari China dan Thailand, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAAV) harus segera mengambil langkah mitigasi untuk menyelamatkan operasional maskapai nasional mereka.

Mulai 1 April 2026 mendatang, Vietnam Airlines secara resmi menghentikan tujuh rute penerbangan domestik dan membatalkan sekitar 23 jadwal penerbangan setiap pekannya. Langkah efisiensi ketat ini terpaksa diambil untuk memprioritaskan sisa alokasi bahan bakar pada rute-rute krusial yang menopang konektivitas nasional, perdagangan, serta diplomasi.

Adapun rute penerbangan lokal yang resmi dihentikan operasionalnya meliputi:

  • Keberangkatan dari Ho Chi Minh City: Rute menuju bandara di Van Don, Rach Gia, dan Dien Bien.
  • Keberangkatan dari Hai Phong: Rute menuju kawasan Buon Ma Thuot, Cam Ranh, Phu Quoc, dan Can Tho.

Potensi Kenaikan Tarif Rute Internasional

Selain pembatalan jadwal terbang domestik, kelangkaan pasokan akibat krisis avtur ini diyakini akan segera berimbas pada mobilitas internasional. Sebagai langkah penyesuaian atas meroketnya beban operasional, pihak maskapai di Vietnam saat ini tengah bersiap menerapkan kebijakan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk seluruh rute penerbangan internasional dalam waktu dekat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *