Wisata  

Barang Apa yang Tidak Boleh Dibawa di Pesawat? Ini Barang yang Sering Disita

Ilustrasi seorang penumpang sedang menarik koper di bandara. (Foto: canva ai)

MINGGUPAGI.ID – Pemeriksaan barang di bandara jadi salah satu hal yang bikin deg-degan sejumlah orang. Apalagi bila membawa oleh-oleh dan tidak diletakkan di bagasi alias masuk kabin. Jangan panik dulu! Kebanyakan penyitaan barang itu terjadi karena kita nggak tahu aturannya.

Nah, biar liburanmu nggak berakhir drama di pos security check, sebagai penulis wisata, ini 6 barang yang paling sering kena sita di kabin pesawat. Ini penting banget buat kamu tahu, biar perjalananmu aman, nyaman, dan bebas ribet!

1. Senjata Tajam dan Benda Berujung Lancip

Ini mungkin yang paling jelas. Senjata tajam seperti pisau, golok, atau cutter jelas dilarang. Tapi, seringkali yang bikin kaget itu benda-benda yang kita anggap sepele: gunting dengan ujung runcing, pisau lipat kecil, atau bahkan alat cukur jenis tertentu. Logikanya, apapun yang bisa berpotensi membahayakan penumpang atau awak pesawat, akan langsung disita.

  • Tips: Pastikan gunting atau pisau lipatmu masuk bagasi terdaftar jika ukurannya di atas batas aman (biasanya 6 cm). Gunting kuku kecil atau pisau cutter mini sering lolos, tapi amannya tetap di bagasi terdaftar atau jangan dibawa.

2. Cairan Lebih dari 100 ml

Ini dia aturan klasik yang sering bikin kita lupa: larangan membawa cairan, gel, dan aerosol dalam wadah lebih dari 100 ml di kabin. Jadi, hand sanitizer jumbo, shampoo ukuran keluarga, atau parfum full size kamu itu nggak akan lolos. Semua harus dikemas dalam wadah maksimal 100 ml per item, dan totalnya nggak boleh lebih dari 1 liter dalam kantong plastik bening re-sealable.

  • Tips: Beli travel size atau pindahkan ke botol kecil khusus perjalanan. Kalau memang harus bawa lebih, masukkan ke bagasi terdaftar.

3. Benda Mudah Meledak dan Berbahan Kimia Berbahaya

Mungkin kita mikirnya, “Ah, aku kan nggak bawa bom.” Tapi, ada banyak benda sehari-hari yang ternyata masuk kategori ini, lho! Contohnya: kembang api, petasan, pemantik gas (korek api) yang besar, bahkan cairan korek api (lighter fluid). Bahan-bahan kimia yang mudah terbakar atau korosif seperti cat, tiner, atau lem juga jelas dilarang di kabin.

  • Tips: Cek label kemasan. Kalau ada simbol mudah terbakar atau bahan kimia berbahaya, jangan coba-coba bawa ke kabin. Bahkan di bagasi terdaftar pun, beberapa item ini mungkin dilarang.

4. Alat Kejut atau Pelumpuh

Punya alat bela diri seperti alat kejut listrik (stun gun) atau semprotan merica (pepper spray)? Sayangnya, benda-benda ini dilarang keras dibawa ke dalam kabin pesawat. Tujuannya jelas: untuk memastikan keamanan semua penumpang dan kru. Benda ini memiliki potensi untuk melumpuhkan atau membahayakan orang lain, dan itu adalah risiko besar di dalam pesawat.

  • Tips: Jangan pernah berpikir untuk membawa alat-alat pelumpuh ini, baik di kabin maupun bagasi terdaftar.

5. Makanan Berbau Menyengat

Nah, ini dia yang sering bikin drama di pesawat: makanan berbau menyengat! Siapa yang nggak kenal aroma durian? Atau mungkin ikan asin? Di darat mungkin enak, tapi di ketinggian, indra penciuman kita jadi lebih sensitif, dan sistem sirkulasi udara kabin nggak bisa sepenuhnya menghilangkan bau yang kuat. Hasilnya? Penumpang lain bisa mual atau pusing. Durian adalah “ratu” dari semua makanan yang paling sering disita karena alasan ini.

  • Tips: Kalau memang ingin membawa makanan berbau kuat, pastikan dikemas sangat rapat dan kedap udara (bahkan pakai beberapa lapis) atau lebih baik tidak dibawa sama sekali. Hormati penumpang lain, ya!

6. Power Bank atau Baterai Lithium di Bagasi Terdaftar

Ini yang sering bikin orang kaget. Power bank dan baterai lithium cadangan (lepas) itu wajib dibawa di kabin, alias di tas tangan atau ranselmu. Jangan pernah masukkan ke bagasi terdaftar (bagasi yang masuk lambung pesawat)! Kenapa? Karena baterai lithium punya potensi untuk meledak atau terbakar, dan kalau itu terjadi di bagasi terdaftar, kru pesawat akan sulit memadamkannya.

  • Tips: Selalu pastikan power bank dan baterai lithium cadangan (untuk laptop, kamera, dll.) ada di tas tangan yang kamu bawa ke kabin. Perhatikan juga kapasitas power bank yang diizinkan (biasanya tidak lebih dari 20.000 mAh atau 100 Wh).

Membawa barang-barang ini ke pesawat mungkin niatnya baik atau sekadar lupa. Tapi, aturan keamanan bandara itu ada untuk keselamatan kita semua. Jadi, sebelum packing, cek lagi daftar ini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *