MINGGUPAGI.ID – Bagi para traveler sejati, setiap stempel paspor adalah kenangan tak ternilai dari petualangan yang telah dilewati. Namun, era stempel paspor fisik akan segera berakhir. Mulai Oktober mendatang, 29 negara di Eropa, yang tergabung dalam kawasan Schengen, akan menghentikan ritual klasik ini dan beralih sepenuhnya ke sistem digital. Perubahan ini menjadi bagian dari revolusi besar di sektor imigrasi global, yang mengutamakan efisiensi dan keamanan data.
Kenapa Stempel Paspor Dihapus? Ini Alasannya
Menurut laporan New York Post, transisi ini merupakan langkah maju menuju sistem biometrik yang lebih modern dan efisien. Uni Eropa akan meluncurkan Sistem Masuk/Keluar (EES) yang akan secara digital melacak pergerakan wisatawan non-Uni Eropa. Alih-alih mendapatkan cap, turis akan melalui pemindaian wajah dan sidik jari. Data digital ini akan menyimpan semua informasi masuk dan keluar secara akurat, mengurangi risiko pemalsuan dokumen dan mempercepat proses di perbatasan. Meskipun terasa sedih bagi para kolektor stempel, langkah ini adalah bagian dari tren global yang diprediksi akan diadopsi oleh lebih banyak negara di masa depan.
Daftar Negara yang Menghapus Stempel Paspor
Perubahan ini akan berlaku di 29 negara yang menjadi bagian dari Zona Schengen. Berikut adalah daftar negara di Eropa yang akan menghapus stempel paspor bagi wisatawan:
- Austria
- Belgia
- Bulgaria
- Kroasia
- Ceko
- Denmark
- Estonia
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Yunani
- Hongaria
- Islandia
- Italia
- Latvia
- Liechtenstein
- Lituania
- Luksemburg
- Malta
- Belanda
- Norwegia
- Polandia
- Portugal
- Rumania
- Slowakia
- Slovenia
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
Meski stempel paspor tidak lagi diberikan, dokumen paspor Anda tetap menjadi syarat utama untuk bepergian ke luar negeri. Sistem digital ini hanya akan melengkapi cara pelacakan kedatangan dan keberangkatan, menjadikan perjalanan lebih aman dan teratur.











