Wisata  

Gara-gara Upload Boarding Pass di Medsos, Penerbangan Perempuan Ini Dicancel Orang Lain

Boarding pass yang tak sengaja diunggah di media sosial ancam privasi data. (Foto: istimewa)

MINGGUPAGI.ID – Antusiasme berbagi momen liburan di media sosial seringkali menjadi bumerang fatal. Kasus terbaru yang dialami seorang wanita di Australia menjadi peringatan keras: bahaya unggah boarding pass atau detail tiket di media sosial itu nyata. Penerbangannya dibatalkan oleh orang asing hanya karena secara tidak sengaja membagikan kode booking tiket pesawat secara online. Artikel ini akan mengupas tuntas bahaya unggah boarding pass dan cara melindungi keamanan data perjalanan kamu agar tidak bernasib sama.

Kode Booking Tiket Pesawat dan Dampak Fatal di Media Sosial

Seorang traveler bernama Melissa Doherty menceritakan pengalamannya di TikTok; liburan impiannya dari Cairns ke Singapura harus dibatalkan oleh orang yang iri. Masalahnya sepele, namun fatal: kode booking tiket pesawat dan nama belakangnya terlihat jelas dalam video yang ia unggah.

Kode booking tiket pesawat (atau booking reference) bersama dengan nama lengkap sudah cukup bagi pelaku kejahatan siber untuk masuk ke sistem pemesanan maskapai. Melalui sistem ini, mereka dapat:

  • Mengakses dan mencuri data sensitif.
  • Mengubah jadwal, atau yang paling parah, membatalkan penerbangan orang lain.

Insiden ini menegaskan bahwa bahkan tanpa menjadi influencer besar, membagikan informasi dasar perjalanan adalah risiko besar bagi keamanan data perjalanan.

Bahaya Unggah Boarding Pass: Data Sensitif di Balik Barcode

Para ahli keamanan perjalanan telah lama memperingatkan tentang bahaya unggah boarding pass. Barcode pada boarding pass bukanlah sekadar gambar; ia menyimpan data yang sangat sensitif, jauh melebihi informasi visual di permukaannya.

Data sensitif di balik barcode yang rentan diakses meliputi:

  • Nomor frequent flyer dan poin miles.
  • Informasi kontak pribadi.
  • Bahkan nomor paspor.

Dengan data ini, pencuri dapat mengakses akun maskapai kamu, mencuri poin miles, atau menggunakan informasi tersebut untuk penipuan lain. Kasus serupa pernah menimpa mantan PM Australia, Tony Abbott, di mana bahaya unggah boarding pass membuatnya kehilangan nomor paspor dan telepon pribadinya.

Lindungi Keamanan Data Perjalanan: Kapan Sebaiknya Berbagi?

Pakar keamanan siber menyarankan agar traveler modern menunda antusiasme berbagi lokasi atau detail perjalanan. Mencegah kebocoran kode booking tiket pesawat dan informasi pribadi adalah kunci menjaga keamanan data perjalanan kamu:

  • Tunda Posting Lokasi: Hindari membagikan lokasi liburan secara real-time. Tunggu hingga kamu sudah meninggalkan tempat tersebut atau bahkan sudah pulang ke rumah. Unggahan sederhana seperti “Liburan dua minggu ke Bali!” sudah cukup bagi pelaku kriminal untuk mengetahui bahwa rumahmu kosong dalam jangka waktu tertentu.
  • Sembunyikan Detail Tiket: Selalu tutupi atau blur kode booking tiket pesawat, nama lengkap, dan barcode jika kamu harus mengunggah foto tiket atau boarding pass. Cara paling aman adalah tidak mengunggahnya sama sekali.

Mengambil tindakan pencegahan ini adalah langkah paling efektif untuk mencegah orang asing membatalkan penerbangan orang lain dan menjaga keamanan data perjalanan kamu selama berlibur.

Demi menjaga keamanan data perjalanan dan mencegah kejadian fatal seperti membatalkan penerbangan orang lain, kita harus lebih bijak bermedia sosial. Pahami bahwa bahaya unggah boarding pass atau detail kode booking tiket pesawat jauh lebih besar daripada sekadar likes. Utamakan keamanan, baru setelah itu sharing pengalaman liburanmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *