Wisata  

Kenapa Google Maps Susah Dipakai Saat Traveling ke Korea Selatan?

Google maps susah dipakai di Korea Selatan, ini alasannya. (Foto: canva)

MINGGUPAGI.ID – Bagi traveler internasional, Google Maps adalah panduan utama saat bepergian. Namun, saat merencanakan traveling ke Korea Selatan, kamu akan menemukan fakta bahwa Google Maps Korea Selatan tidak dapat berfungsi secara penuh. Pembatasan fungsionalitas ini sudah berlangsung lama, dan alasannya bukan karena teknologi, melainkan Keamanan Nasional Korea Selatan.

Negeri Ginseng, yang dikenal sangat maju dalam teknologi digital, ternyata sangat ketat dalam urusan data geografis. Pembatasan ini berdampak besar bagi wisatawan asing, yang seringkali bingung saat mencari navigasi real-time di sana.

Isu Data Resolusi Tinggi dan Keamanan Nasional Korea Selatan

Inti dari masalah ini terletak pada permintaan Google untuk mengakses peta resolusi tinggi dengan skala 1:5.000. Saat ini, yang tersedia untuk umum hanyalah peta skala 1:25.000, yang detailnya jauh lebih rendah.

Pandangan Pemerintah Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan berulang kali menolak permintaan Google sejak awal 2010-an. Otoritas setempat menganggap data geografis beresolusi tinggi sebagai aset keamanan nasional. Data peta rinci ini dikhawatirkan dapat membuka informasi sensitif tentang lokasi fasilitas militer dan area strategis lainnya.

Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa jika data strategis ini diekspor ke server di luar negeri, risiko pertahanan negara akan meningkat.

Argumen dari Google

Di sisi lain, Google berargumen bahwa peta skala 1:5.000 adalah standar global yang diperlukan untuk navigasi modern, seperti panduan arah kendaraan, estimasi waktu tempuh, dan rekomendasi lokasi akurat. Menurut Google, data tersebut penting untuk kenyamanan pengguna lokal, wisatawan, dan bisnis internasional.

Dampak Pembatasan Google Maps Korea Selatan bagi Traveler

Pembatasan fungsionalitas Google Maps Korea Selatan ini membuat pengalaman traveling ke Korea Selatan sedikit berbeda:

  1. Navigasi Terbatas: Wisatawan tidak dapat menggunakan fitur navigasi langsung (turn-by-turn) atau petunjuk arah waktu nyata untuk mobil, berjalan kaki, maupun transportasi publik, seperti yang bisa dilakukan di negara lain.
  2. Aplikasi Peta Lokal Solusi Utama: Sebagian besar turis akhirnya beralih ke aplikasi peta Korea lokal yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan Korea, seperti Naver Map dan KakaoMap. Aplikasi ini menyediakan panduan rute, informasi transportasi umum, dan detail tempat wisata, seringkali dengan dukungan bahasa Inggris yang memadai.
  3. Fungsi Google Maps: Walaupun Google Maps tetap bisa menampilkan lokasi dan titik-titik penting melalui kerja sama dengan pihak ketiga (seperti T Map), fungsinya sangat minim.

Upaya Kompromi dan Keputusan Final

Perselisihan antara Google dan Pemerintah Korea Selatan ini berkisar pada isu keamanan versus kenyamanan digital.

Google sempat menawarkan beberapa kompromi, termasuk kesediaan untuk mengaburkan lokasi militer atau menghapus koordinat lintang-bujur sensitif dari layanannya. Namun, Pemerintah Korea Selatan tetap menuntut agar Google mendirikan pusat data lokal yang dapat diawasi secara langsung, terutama terkait pajak dan transparansi—permintaan yang belum disetujui oleh Google.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan awalnya menjadwalkan pengumuman keputusan final terkait izin Google Maps pada Oktober 2025. Namun, keputusan itu ditunda. Kini, keputusan final dikabarkan akan diumumkan bulan ini, yang akan menentukan apakah Google Maps Korea Selatan akhirnya dapat berfungsi penuh atau terus dibatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *