Wisata  

Tol Jogja-Solo Dibuka saat Libur Nataru? Ini Penjelasannya!

Tol Jogja-Solo sudah dibuka saat libur Nataru? (Foto: Instagram - bpjt_pupr)

MINGGUPAGI.ID – Bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik atau liburan menggunakan jalur darat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, terdapat informasi penting terkait akses jalan tol. PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) mengumumkan bahwa operasional Tol Solo-Jogja Nataru 2025/2026 yang dibuka secara fungsional akan dibatasi hanya sampai Gerbang Tol (GT) Prambanan, Klaten.

Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja-Solo, Pristi Wahyono, menegaskan bahwa pembukaan penuh hingga Purwomartani, Sleman, DIY, sepanjang 12 km belum dapat dilakukan. Hal ini disebabkan oleh segmen Klaten-Purwomartani masih dalam tahap penyelesaian konstruksi. “Kami hanya buka Jalan Tol Solo-Jogja sampai GT Prambanan pada Nataru tahun ini,” ujar Pristi, Minggu (7/12).

Fokus Pembukaan Ruas Banyudono-Prambanan dan Target Volume Kendaraan

Ruas tol dari Banyudono hingga Prambanan, yang sebenarnya telah beroperasi sejak Juli 2025, akan dimaksimalkan untuk menampung volume lalu lintas selama libur Nataru 2025/2026. Menurut Pristi, saat ini masih ada pengerjaan konstruksi sisa 2 km di beberapa bagian, meskipun pekerjaan main road sepanjang 10 km sudah selesai, menyisakan instalasi fasilitas dan rambu-rambu tol.

JMJ memprediksi bahwa puncak volume kendaraan yang melintasi Jalan Tol Solo-Jogja pada Nataru kali ini akan mencapai sekitar 31.000 kendaraan dalam sehari, meningkat signifikan dari volume harian normal di kisaran 20.000 kendaraan per hari. JMJ berkomitmen mendukung kelancaran arus mudik dan balik, baik pada Nataru ini maupun Lebaran tahun depan.

Antisipasi Kemacetan dan Target Operasional Penuh 2026

Meskipun pembukaan fungsional sampai GT Prambanan dinilai masih bisa menampung volume kendaraan Nataru, JMJ telah berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian, khususnya Dirlantas DIY, untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang mungkin terjadi di luar tol.

Titik kemacetan diprediksi muncul di beberapa lokasi vital setelah pengguna tol keluar, seperti simpang tiga SGM Prambanan, Prambanan (arah Piyungan), dan Bogem, Sleman. Rekayasa lalu lintas dan penarikan arus dari kepolisian dinilai krusial untuk mengurai kepadatan di titik-titik tersebut.

Terkait kelanjutan proyek, JMJ menargetkan segmen Prambanan-Purwomartani (sekitar 12 km) yang saat ini belum dibuka, dapat beroperasi secara fungsional pada periode Lebaran 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *