Wisata  

7 Ribu Kafe di Thailand Gulung Tikar Serentak, Ada Apa?

Ilustrasi kafe. (Foto: canva)

MINGGUPAGI.ID – Masa “bulan madu” bagi penikmat wisata hijau di Negeri Gajah Putih resmi berakhir. Pemerintah setempat mengambil langkah tegas dengan menutup lebih dari 7.000 kafe ganja di seluruh penjuru negeri. Kebijakan drastis ini diambil menyusul diterbitkannya aturan baru ganja Thailand yang jauh lebih ketat, menggeser fokus dari rekreasi bebas kembali ke koridor medis yang terkontrol.

Menteri Kesehatan Thailand, Pattana Promphat, menjelaskan bahwa regulasi anyar ini hadir untuk menggantikan kerangka hukum lama tahun 2016. Tujuannya jelas: mengekang peredaran ganja komersial yang sempat menjamur liar dan meminimalkan dampak negatifnya bagi masyarakat lokal maupun turis.

Ribuan Kafe Tak Perpanjang Izin

Data Kementerian Kesehatan per Desember 2025 menunjukkan dampak nyata dari pengetatan ini. Dari total 18.433 tempat usaha terkait ganja, ribuan di antaranya memilih menyerah. Tercatat, dari 8.636 toko yang izinnya habis tahun lalu, hanya sekitar 1.339 toko (15,5%) yang mengajukan perpanjangan. Sisanya, sekitar 7.000-an toko, memilih tutup karena tak sanggup memenuhi syarat ketat yang baru.

Wisatawan Tak Bisa Asal Beli Lagi

Perubahan ini tentu berdampak besar bagi wisatawan. Jika sebelumnya ganja bisa dibeli dengan mudah, aturan baru mewajibkan penjualan hanya dilakukan di fasilitas yang ditunjuk secara legal, seperti fasilitas medis, apotek, dan tempat praktik tabib tradisional.

Syarat mutlak untuk mendapatkan produk ini adalah adanya resep dari dokter. Personel yang berwenang pun akan mengawasi pengeluaran barang secara ketat.

Tak hanya itu, tempat usaha yang masih bertahan wajib memiliki sistem eliminasi bau dan asap yang canggih agar tidak mengganggu lingkungan. Jadi, bagi toko-toko yang izin lamanya masih berlaku, mereka hanya bisa beroperasi sampai masa izin habis. Setelah itu, mereka wajib mematuhi standar baru atau dipaksa tutup selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *