Kenapa Aset Chen, Baekhyun, Xiumin EXO Disita SM Entertainment? Nilainya Sampai Rp 30 M

Chen, Baekhyun, Xiumin EXO yang asetnya disita SM Entertainment. (Foto: dok. SM Entertainment)

MINGGUPAGI.ID – Drama panjang antara agensi hiburan raksasa Korea Selatan dengan sub-unit boygrup andalannya kembali memanas. Kali ini, SM Entertainment mengambil langkah hukum yang agresif dengan menyita aset milik tiga member EXO-CBX, yaitu Chen, Baekhyun, dan Xiumin.

Kabar mengejutkan ini mencuat setelah pihak pengadilan mengabulkan permohonan penyitaan sementara yang diajukan SM pada awal pekan ini. Nilai aset yang dibekukan pun tidak main-main, mencapai angka fantastis 2,6 miliar KRW atau setara dengan Rp 30 miliar.

Baekhyun Tanggung Beban Terbesar

Berdasarkan dokumen hukum yang beredar, langkah penyitaan ini menyasar properti dan deposit sewa (jeonse) milik ketiga idola tersebut. Dari total Rp 30 miliar, Baekhyun menjadi member yang asetnya paling banyak ditahan.

Apartemen mewah milik pelantun “Bambi” ini di kawasan Acheon-dong, Guri-si, senilai 1,6 miliar KRW (sekitar Rp 18,6 miliar) kini dalam status sitaan.

Nasib serupa dialami Xiumin, di mana apartemennya di kawasan elit Hannam-dong senilai 700 juta KRW (Rp 8,1 miliar) juga ikut diamankan. Sementara itu, Chen harus merelakan deposit sewanya sebesar 300 juta KRW (Rp 3,5 miliar) dibekukan sementara.

Secara hukum, status “penyitaan sementara” ini berarti ketiga member tersebut dilarang keras menjual, mengalihkan, atau memindahtangankan aset-aset tersebut sampai sengketa utang piutang dengan agensi selesai di meja hijau.

Akar Masalah: Janji Setoran 10 Persen

Mengapa SM Entertainment senekat ini? Pemicu utamanya adalah sengketa kontrak yang diteken pada Juni 2023 lalu. Kala itu, EXO-CBX sepakat untuk tetap beraktivitas sebagai grup di bawah naungan SM, namun aktivitas solo mereka dikelola oleh label independen, INB100.

Syaratnya, INB100 wajib menyetorkan 10 persen dari pendapatan aktivitas individu para member kepada SM Entertainment sebagai pemilik hak kekayaan intelektual (IP). Namun, seiring berjalannya waktu, pihak EXO-CBX menolak membayar tagihan tersebut. Mereka beralasan bahwa SM tidak transparan dalam pembagian royalti musik, sesuai janji awal.

Kini, bola panas ada di pengadilan. Langkah penyitaan aset ini menjadi sinyal bahwa SM Entertainment tidak main-main dalam menuntut hak finansial yang mereka klaim belum dibayarkan oleh Baekhyun dan kawan-kawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *