Wisata  

Viral Berujung Petaka, Festival Sakura Jepang Batal Dekat Gunung Fuji

Pohon sakura, salah satu tanaman khas Jepang. (Foto: ist)

MINGGUPAGI.ID – Kabar kurang sedap datang buat kamu yang sudah pegang tiket liburan musim semi ke Negeri Matahari Terbit. Gara-gara masalah overtourism yang makin tak terkendali, sebuah festival sakura Jepang batal digelar di salah satu spot paling ikonik dekat Tokyo tahun ini. Keputusan pahit ini terpaksa diambil oleh pemerintah daerah demi kenyamanan bersama.

Mengutip laporan dari NHK World Japan, acara yang ditiadakan tersebut adalah festival tahunan di Arakurayama Sengen Park, Prefektur Yamanashi. Buat kamu yang sering melihat feed Instagram atau TikTok, taman ini adalah lokasi legendaris di mana kamu bisa melihat indahnya bunga sakura dengan latar belakang Gunung Fuji dan Pagoda Chureito lima lantai yang sangat estetik.

Efek Viral Bikin Warga Lokal Kewalahan

Alasan utama mengapa festival sakura Jepang batal di lokasi secantik ini adalah lonjakan turis yang sudah di luar nalar. Berkat pesonanya yang viral di media sosial, Arakurayama Sengen Park kini diserbu sekitar 200.000 pelancong setiap musim sakura tiba. Baik turis domestik maupun mancanegara tumpah ruah di kawasan Fujiyoshida tersebut.

Menurut catatan pejabat kota setempat, pada puncak mekarnya bunga sakura, jumlah pengunjung yang datang bisa menembus angka 10.000 orang per hari! Sayangnya, antusiasme yang luar biasa ini membawa malapetaka bagi warga lokal.

Macet Parah hingga Lautan Sampah

Dampak nyata dari overtourism ini sangat meresahkan. Kawasan yang tadinya tenang berubah menjadi titik kemacetan lalu lintas yang parah. Belum lagi masalah klasik yang selalu dibawa oleh lautan manusia: tumpukan sampah yang dibuang sembarangan di jalanan.

Demi melindungi kualitas hidup warganya, pemerintah kota akhirnya mengambil langkah tegas. Tahun ini, festival sakura Jepang batal diselenggarakan secara resmi. Sedihnya lagi, pihak berwenang belum berani memberi kepastian apakah festival cantik ini akan kembali diadakan pada tahun-tahun mendatang atau tidak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *