KFC Kena Boikot? Pelanggan Kian Sepi di Tahun 2025

KFC kena boikot? Pelanggan kian sepi di tahun 2025. (Foto: MingguPagi)

MINGGUPAGI.ID – Kabar kurang menggembirakan datang dari PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran cepat saji KFC. Sepanjang semester I 2025, KFC masih mencatatkan kinerja keuangan yang negatif. Berdasarkan laporan perseroan, pendapatan KFC menyusut dari Rp 2,48 triliun menjadi Rp 2,40 triliun. Direktur Fast Food Indonesia, Wahyudi Martono, mengungkap bahwa penurunan ini disebabkan oleh tantangan besar: menurunnya daya beli masyarakat.

Faktor Penyebab Rugi KFC: Daya Beli dan Efek Boikot

Perseroan mengakui bahwa tekanan terhadap neraca keuangan KFC datang dari berbagai sisi. Selain dampak yang belum pulih sepenuhnya dari pandemi COVID-19, gerakan boikot yang terjadi pada periode 2023-2024 juga memberikan pukulan telak.

“Kita merasakan sekali adanya penurunan daya beli dari masyarakat yang menyebabkan transaksi kita juga mengalami penurunan yang cukup besar,” ungkap Wahyudi Martono.

Faktor gabungan ini membuat KFC membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 138,75 miliar di semester I 2025. Kabar baiknya, angka kerugian ini sejatinya sudah turun sekitar 60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 348,83 miliar.

Aset Naik, Utang dan Beban Tetap Jadi Sorotan

Meskipun pendapatan menurun dan masih membukukan rugi, ada beberapa catatan positif dalam laporan keuangan KFC di paruh pertama 2025:

  • Laba Bruto Naik: Laba bruto KFC berhasil naik tipis menjadi Rp 1,44 triliun dari Rp 1,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Total Aset Bertambah: Total aset KFC juga tercatat naik, mencapai Rp 4,10 triliun di semester I 2025, dari Rp 3,52 triliun di paruh pertama 2024.

Namun, yang menjadi perhatian adalah utang perseroan yang terus membengkak. Utang KFC tercatat naik signifikan menjadi Rp 3,97 triliun hingga semester I 2025, dari posisi Rp 3,40 triliun di akhir Desember 2024. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan bagi pengelola KFC (FAST) masih besar di tengah upaya pemulihan kinerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *