4 Makanan Ini Bikin Sakit Jantung, Hindari Sebelum Menyesal

Ilustrasi cara menjaga jantung yang sehat. (Foto: canva)

MINGGUPAGI.ID – Hingga saat ini, penyakit kardiovaskular masih memegang takhta sebagai pembunuh nomor satu di dunia, melampaui angka kematian akibat gabungan kanker dan demensia. Menanggapi ancaman serius ini, seorang ahli bedah jantung ternama asal Amerika Serikat, Dr. Jeremy London, membagikan peringatan keras mengenai makanan penyebab penyakit jantung yang sering dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Menurutnya, beberapa asupan yang dianggap lazim justru berperan layaknya racun yang merusak fungsi organ vital secara perlahan namun pasti.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai empat jenis asupan yang harus dibatasi atau dihindari demi menjaga kesehatan jantung Anda:

1. Produk Olahan Cepat Saji (Fast Food)

Dr. Jeremy London memiliki pandangan yang cukup ekstrem terhadap kategori ini: ia menyebut sebagian besar menu fast food bukanlah makanan sungguhan, melainkan sekadar “produk yang bisa dimakan.” Meskipun praktis, makanan ini sangat miskin nutrisi dan justru sarat akan lemak jenuh, garam, serta kalori kosong. Proses pengolahan yang berlebihan (ultra-processed) biasanya melibatkan zat pewarna dan pengental buatan yang dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh, sehingga memberikan beban berat pada sistem pembuluh darah.

2. Minuman Manis dan Diet Soda

Peringatan berikutnya tertuju pada minuman bersoda, yang oleh Dr. London dijuluki sebagai “liquid death” atau cairan mematikan. Bayangkan, satu kaleng soda berukuran standar mengandung gula yang setara dengan empat buah donat. Lonjakan gula ini adalah pemicu utama obesitas dan kolesterol buruk. Namun, jangan terkecoh dengan label “diet soda”; penggunaan pemanis buatan seperti aspartam justru dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan irama jantung dan stroke.

3. Produk Susu Tinggi Lemak

Meskipun susu sering dianggap sebagai sumber kalsium, Dr. London menyarankan kehati-hatian dalam mengonsumsinya saat dewasa, terutama jenis full-fat. Kandungan lemak jenuh yang tinggi di dalamnya berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Meski beberapa produk fermentasi seperti yogurt memiliki manfaat, membatasi asupan produk susu berlemak tinggi menjadi langkah preventif yang bijak untuk menjaga elastisitas pembuluh darah Anda dari ancaman peradangan.

4. Minuman Beralkohol

Alkohol mendapatkan peringatan paling keras karena sifatnya yang beracun bagi setiap sel tubuh. Konsumsi alkohol secara rutin, meski dalam kadar rendah, tetap berisiko merusak otot jantung dan memicu kondisi kardiomiopati. Selain itu, alkohol meningkatkan hormon kortisol yang menyebabkan tekanan darah naik secara mendadak. Selaras dengan peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebenarnya tidak ada takaran alkohol yang benar-benar aman bagi kesehatan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *