MINGGUPAGI.ID – Biaya hidup makin mencekik, romansa pun jadi taktik. Sebuah fakta mengejutkan baru saja terungkap: ternyata banyak Gen Z kencan hanya demi makan gratis. Fenomena ini bukan sekadar isapan jempol, melainkan menjadi tren “bertahan hidup” di tengah kerasnya tekanan ekonomi modern yang melanda anak muda.
Alih-alih mencari belahan jiwa, motif perut kenyang kini menjadi prioritas. Melansir survei terbaru dari Intuit terhadap 1.500 responden, terungkap bahwa hampir sepertiga dari Generasi Z (kelahiran 1997-2012) mengaku pernah menyetujui ajakan kencan semata-mata untuk menikmati makan malam gratis tanpa perlu merogoh kocek sendiri.
Dompet Tipis, Standar Kencan Berubah
Inflasi yang tinggi membuat Gen Z kencan demi makan gratis menjadi hal yang lumrah. Ashleigh Ewald, seorang mahasiswa kebijakan publik, menyebutkan bahwa bagi generasinya, kecerdasan mengelola uang dan ambisi finansial kini telah bertransformasi menjadi “bahasa cinta” yang baru.
Artinya, kepribadian menarik saja tidak cukup. Di mata Gen Z, kemapanan atau setidaknya traktiran makan malam, menjadi poin krusial. Kencan dianggap sebagai solusi praktis untuk menghemat pengeluaran harian yang kian membengkak.
Pergeseran Makna Kencan: Romantis atau Transaksional?
Fenomena Gen Z kencan makan gratis ini—atau yang sering disebut foodie call—menandai perubahan besar dalam budaya kencan. Psikolog hubungan, Sabrina Romanoff, menilai nilai sakral kencan pertama mulai luntur.
Senada dengan itu, pakar keuangan Taylor Price melihat ini sebagai cerminan realitas ekonomi. Makan malam gratis bukan lagi dianggap kemewahan, melainkan bagian dari transaksi sosial untuk menyiasati anggaran bulanan yang ketat.











