Cafe di Bali Sajikan Infus Matcha, Cafe Apa Namanya?

Cafe ini tawarkan sensasi minum infus matcha. (Foto: ist)

MINGGUPAGI.ID – Dunia kuliner Pulau Dewata kembali bikin geleng-geleng kepala. Baru-baru ini, sebuah kafe viral di Bali menjadi perbincangan panas di media sosial bukan karena kelezatan menunya, melainkan karena cara penyajiannya yang dianggap ekstrem. Kafe tersebut menyuguhkan menu minuman matcha menggunakan wadah yang sangat identik dengan kantong cairan infus rumah sakit, lengkap dengan selang dan tiangnya.

Video yang beredar luas memperlihatkan seorang pelayan dengan santai menggantungkan “kantong infus” berisi cairan hijau matcha ke tiang besi di meja pelanggan. Ironisnya, pengunjung diminta meminumnya melalui selang, persis seperti pasien yang sedang dirawat intensif.

Gimmick “Sakit” yang Mengundang Kecaman

Alih-alih dianggap unik, inovasi minuman kemasan infus ini justru panen hujatan. Mata jeli netizen langsung menyoroti detail pada kantong tersebut. Tertera kode medis “D5” dan bahkan logo produsen farmasi ternama, “Otsuka”.

Sontak, kekhawatiran soal kebersihan dan etika medis mencuat. Banyak yang mempertanyakan asal-usul wadah tersebut: apakah barang baru yang steril, atau jangan-jangan limbah medis bekas pakai?

“Ngeri banget kalau ternyata itu limbah RS yang didaur ulang. Kalaupun beli baru, tetap saja unethical (tidak etis),” tulis salah satu netizen yang khawatir. Komentar lain menimpali, “Definisi ente maju mundur kena. Kalau asli kena paten merek, kalau bekas kena isu limbah B3.”

Pihak Otsuka Murka: Itu Bukan Produk Kami!

Kegaduhan ini akhirnya sampai ke telinga PT Otsuka Indonesia selaku pemilik merek yang dicatut. Tak tinggal diam, perusahaan farmasi tersebut langsung memberikan klarifikasi tegas pada Selasa (6/1/2026).

Corporate Communication Director PT Amerta Indah Otsuka, Sudarmadi Widodo, menegaskan bahwa produk matcha infus tersebut ilegal dan tidak ada hubungannya dengan perusahaan mereka.

“Kami tegaskan produk tersebut bukan produk Otsuka. Hal ini terindikasi kuat sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan cairan infus kami,” tegas Sudarmadi.

Pihak Otsuka juga tidak segan untuk menempuh jalur hukum demi menjaga reputasi perusahaan dan keselamatan konsumen. Mereka mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dan berhati-hati. Jangan sampai demi konten viral, kesehatan jadi taruhannya.

Kasus ini menjadi pelajaran keras bagi pelaku usaha kuliner. Kreativitas memang tanpa batas, tapi faktor keamanan dan etika tetap harus jadi prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *