Songgo Buwono: Dulu Makanan Sultan, Sekarang Semua Orang Boleh Makan

Ilustrasi songgo buwono. (Foto: instagram/_brownita)

MINGGUPAGI.ID – Mungkin nama Songgo Buwono ini asing di telinga sebagian besar Gen Z dan Milenial. Wajar, karena dulunya makanan ini adalah hidangan istimewa para priyayi atau bangsawan keraton di Jawa, khususnya di Yogyakarta. Dulu, nggak sembarang orang bisa menikmatinya. Bayangin, ini dessert eksklusif yang cuma ada di acara-acara penting keraton!

Seiring perkembangan zaman, Songgo Buwono sudah mulai bisa ditemukan di luar tembok keraton. Beberapa restoran atau catering di Jogja dan sekitarnya sudah mulai menghidangkan kembali kue cantik ini, menjadikannya bisa dinikmati siapa saja, termasuk kamu!

Lebih dari Sekadar Makanan: Filosofi “Menopang Dunia” di Balik Songgo Buwono

Inilah yang bikin Songgo Buwono beda dari dessert lainnya. Namanya sendiri punya makna filosofis yang dalam: “Songgo” berarti menyangga atau menopang, dan “Buwono” berarti dunia. Jadi, secara harfiah, Songgo Buwono berarti “menopang dunia”.

Makna ini melambangkan harapan agar sang raja (atau yang sedang berkuasa) memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menopang dunia atau kerajaannya dengan adil dan bijaksana. Ini juga bisa dimaknai sebagai harapan bagi siapa saja yang memakannya, agar diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup. Keren banget, kan? Nggak cuma makan, tapi juga dapat doa!

Membongkar Keindahan & Keunikan Songgo Buwono

Jadi, apa sih Songgo Buwono itu sebenarnya? Ini adalah semacam sus manis yang disajikan dengan cara unik dan elegan.

Dasar Sus (Kulit Kue): Mirip choux pastry yang renyah di luar tapi lembut di dalam.

Isian Ayam Suwir/Ragout: Nah, ini yang unik! Berbeda dengan sus pada umumnya yang isinya manis, Songgo Buwono ini diisi dengan ragout ayam suwir yang gurih dan sedikit manis, kadang juga ada campuran wortel atau buncis. Kombinasi manis-gurihnya bikin penasaran!

Acar: Dilengkapi dengan acar mentimun dan wortel sebagai penyeimbang rasa.

Saus Mayones/Telur Rebus: Beberapa varian modern menambahkan saus mayones atau irisan telur rebus sebagai topping.

Telur Puyuh Rebus: Ini dia ‘mahkota’-nya! Telur puyuh rebus utuh yang dipotong dua dan diletakkan di atasnya, melambangkan bumi yang ditopang.

Visualnya cantik banget! Biasanya disusun rapi di atas nampan, cocok buat jadi highlight di feed Instagram-mu. Perpaduan warna kuning keemasan dari sus, putih telur puyuh, dan oranye dari ragout ayam, benar-benar menggoda.

Kenapa Kamu Wajib Coba Songgo Buwono?

Eksplorasi Rasa Unik: Perpaduan manis, gurih, dan sedikit segar dari acar akan memberikan pengalaman kuliner yang berbeda dari biasanya. Ini bukan cuma dessert, tapi juga bisa jadi appetizer atau snack yang mengenyangkan.

Menghargai Warisan Budaya: Dengan mencicipi Songgo Buwono, kamu ikut melestarikan warisan kuliner adiluhung Jawa yang kaya makna.

Insta-Worthy Banget: Estetika penyajian dan bentuknya yang unik dijamin bikin teman-temanmu di medsos penasaran.

Jadi, tunggu apa lagi? Kalau kamu lagi di Jogja atau menemukan tempat yang menjual Songgo Buwono, jangan ragu untuk mencicipinya. Rasakan sensasi manis-gurihnya yang unik, sambil meresapi filosofi “menopang dunia” yang mendalam. Siapa tahu, setelah makan Songgo Buwono, kamu jadi punya semangat baru untuk “menopang” impian-impianmu sendiri!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *