Sehat  

Warga China yang Mau Punya Anak Bisa Dapat Cuan dari Pemerintah, Segini Besarannya

Ilustrasi. (Foto: Canva)

MINGGUPAGI.ID – Negara mana sih yang rela bagi-bagi uang tunai demi warganya mau punya anak? Jawabannya: China! Setelah bertahun-tahun dengan kebijakan satu anak yang ketat, kini China justru ‘membanjiri’ insentif bagi warganya yang mau punya momongan. Ini bukan cuma kabar burung, lho, tapi strategi serius untuk mengatasi krisis demografi yang lagi melanda Negeri Tirai Bambu ini.

Kenapa China Sampai Bagi-Bagi Cuan?

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa China yang dulu terkenal dengan pembatasan ketat jumlah anak, sekarang malah ‘memaksa’ warganya punya anak? Alasannya simpel: angka kelahiran di China terus menurun drastis selama tujuh tahun terakhir. Bahkan, setelah kebijakan satu anak berakhir pada 2016, angka kelahiran tetap tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Bayangkan, di tahun 2024, rasio kelahiran di China hanya 1,2 kelahiran per wanita. Angka ini jauh banget di bawah batas penggantian penduduk (replacement rate) yang idealnya 2,1 kelahiran per wanita. Kalau terus begini, populasi China bisa menyusut drastis pada tahun 2100, menurut proyeksi PBB. Ini jelas jadi alarm merah bagi masa depan negara tersebut.

Insentif Rp8 Juta Lebih Per Tahun Per Anak

Untuk membalikkan tren ini, pemerintah China mengambil langkah berani. Mereka akan memberikan insentif tunai sebesar 3.600 yuan per anak per tahun. Itu setara dengan sekitar Rp8,1 juta per anak per tahun! Insentif ini berlaku untuk bayi yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2025, dan akan diberikan hingga anak tersebut berusia tiga tahun.

Jadi, kalau kamu punya anak satu, bisa dapat Rp8,1 juta per tahun selama tiga tahun. Kalau punya dua anak, ya tinggal dikali dua! Lumayan banget kan buat tambahan biaya susu, popok, atau kebutuhan anak lainnya?

Berhasil di Tingkat Lokal, Kini Nasional!

Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru di China. Beberapa kota atau provinsi sudah lebih dulu menerapkan subsidi serupa dan menunjukkan hasil positif. Contohnya, di kota Tianmen, Provinsi Hubei, insentif yang diberikan pemerintah daerah berhasil memicu lonjakan angka kelahiran. Keberhasilan di tingkat lokal inilah yang kemudian mendorong pemerintah pusat untuk menerapkan kebijakan serupa secara nasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa China sangat serius dalam menghadapi masalah “resesi seks” dan penuaan populasi. Mereka menyadari, tanpa generasi muda yang cukup, kekuatan ekonomi dan sosial negara akan terancam di masa depan.

Fenomena ini menarik perhatian dunia. Ini menunjukkan bahwa krisis demografi bukan cuma masalah negara maju, tapi juga negara dengan populasi besar seperti China. Pemerintah menyadari, beban finansial seringkali jadi alasan utama pasangan enggan punya anak. Dengan memberikan insentif, mereka berharap bisa meringankan beban tersebut dan mendorong angka kelahiran.

Jadi, kebijakan ini bukan hanya soal bagi-bagi cuan, tapi upaya besar sebuah negara untuk menjaga keberlangsungan masa depannya. Semoga upaya ini bisa memberikan hasil yang diharapkan China, dan kita bisa mengambil pelajaran penting dari langkah berani ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *