MINGGUPAGI.ID – Nama Pinkan Mambo kembali jadi perbincangan publik, bukan karena konser atau single terbaru. Kali ini, mantan personel Ratu tersebut viral karena aksi barunya: berjualan donat rumahan lewat siaran langsung di TikTok.
Bukan sekadar endorse atau titip jual, Pinkan benar-benar terlibat dari awal hingga akhir. Mulai dari menguleni adonan, menggoreng, hingga mengemas, semua dilakukan sendiri di dapur rumahnya. Gaya ceplas-ceplos dan percaya diri khas Pinkan justru jadi hiburan tersendiri bagi para penonton live.
Fenomena ini langsung ramai di TikTok dan Instagram. Banyak konten kreator kuliner penasaran mencoba dan mereview donat buatan sang penyanyi. Ada yang memuji, tapi tak sedikit pula yang memberi komentar kritis.
Harga Donat Pinkan Mambo, Bikin Warganet Kaget
Satu hal yang paling mencolok dari donat Pinkan Mambo adalah harganya. Untuk varian gula halus dan cokelat, harganya Rp130.000 per kotak (isi 12). Sementara untuk rasa premium seperti Nutella, abon, dan Skippy, dibanderol Rp180.000 per kotak.
Banyak yang bilang harganya terlalu mahal untuk donat rumahan. Tapi sebagian netizen justru membelinya karena penasaran atau sekadar ingin mendukung perjuangan Pinkan sebagai artis yang banting setir.
Bukan cuma soal rasa, kemasan donat Pinkan juga menuai pro dan kontra. Ada yang menyebutnya terlalu sederhana dan tidak sebanding dengan harga jual. Tapi ada juga yang maklum, karena proses produksinya masih dilakukan secara manual dari rumah.
Aksi Lucu Anak Pinkan, Bikin Donat Makin Viral
Selain aksi Pinkan di dapur, tingkah anaknya—Michelle Ashley—ikut mencuri perhatian. Dalam salah satu video, Michelle mencicipi donat sambil melempar candaan:
“Oh ini donat viral yang katanya nggak enak, guys?”
Meski bernada bercanda, video itu tetap menunjukkan dukungan Michelle pada ibunya. Komentar penonton pun banjir dukungan karena melihat kedekatan mereka yang menggemaskan. Chemistry ibu-anak ini sukses bikin donat Pinkan makin viral.
Pinkan Mambo membuktikan bahwa kreatifitas tak berhenti di atas panggung. Meski “hanya” jualan donat, ia tetap tampil total dan percaya diri. Buat Gen Z dan milenial, kisah ini jadi pengingat bahwa perubahan karier bukan kegagalan—tapi bagian dari perjalanan











