Skandal Bakery di Jakarta! Klaim Roti Gluten Free Palsu, Ini Bedanya Roti GF dan Non-GF

Bakery Bake n Grind yang klaim rotinya gluten-free padahal tidak. (Foto: Instagram/@bakengrind.ads)

MINGGUPAGI.ID – Dunia kuliner Jakarta digegerkan oleh dugaan penipuan besar-besaran yang dilakukan oleh bakery online. Toko ini menjadi sorotan tajam setelah terungkap mempraktikkan repackage (mengemas ulang) roti biasa dan menjualnya kembali dengan klaim menyesatkan sebagai produk roti gluten free, dairy free, hingga vegan. Kasus roti gluten free palsu ini memicu reaksi alergi parah pada konsumen dan menyoroti bahaya klaim kesehatan tanpa verifikasi.

Kronologi Klaim Sesat Roti Gluten Free Palsu

Kasus ini pertama kali mencuat pada 7 Oktober 2025, ketika Chef Yohanes Adhijaya, yang dikenal sebagai Koko Ragi, memviralkan unggahan di Instagram. Koko Ragi memperingatkan netizen agar lebih kritis, terutama pada produk yang diklaim sugar free atau gluten free namun tampilannya tidak masuk akal, seperti croissant yang terlalu fluffy.

Setelah unggahan Koko Ragi viral, banyak korban yang buka suara. Salah satunya, seorang followers mengaku bahwa Bake n Grind menggunakan kue non-gluten free dan non-dairy free dari toko lain untuk dikemas ulang. Puncaknya, seorang ibu bernama Felicia (@feliz88eliz) menceritakan bahwa produk yang ia beli menyebabkan anaknya yang memiliki alergi mengalami reaksi flare-up parah, karena ternyata kue yang dikonsumsi bukan roti gluten free.

Bake n Grind Tidak Memproduksi Roti Sendiri

Bake n Grind, yang memiliki basis di Jakarta dan mengklaim sebagai bakery vegan sejak 2019, dengan klaim ‘We are fully gluten free, dairy free, vegan, egg free,’ ternyata terbukti tidak memproduksi rotinya sendiri.

Bakery ini membeli produk dari toko-toko ternama seperti Holland Bakery dan TOUS Les Jours, kemudian mengemasnya ulang dan menjualnya dengan harga premium, menipu konsumen yang mengandalkan klaim gluten free untuk kebutuhan diet atau sensitivitas. Netizen juga menyoroti tampilan produk Bake n Grind yang fluffy dan mulus—tidak tampak seperti roti gluten free pada umumnya.

Beda Roti Gluten Free dan Roti Biasa

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi konsumen yang memiliki alergi atau intoleransi. Kunci untuk mengenali penipuan adalah memahami apa beda roti gluten free dan roti biasa (roti non-gluten free). Roti biasa menggunakan tepung terigu (yang mengandung gluten dari gandum) sebagai bahan utama. Gluten inilah yang berfungsi sebagai perekat, membuat adonan menjadi elastis, lembut, dan mampu mengembang tinggi, menghasilkan tekstur yang fluffy.

Sebaliknya, roti gluten free dibuat dari tepung khusus, seperti tepung beras, singkong, jagung, atau almond. Karena tidak ada gluten sebagai perekat alami, tekstur roti gluten free cenderung lebih padat, remah, dan mudah kisut atau kempes setelah dipanggang. Selain itu, rasanya seringkali memiliki ciri khas yang lebih kuat (earthy). Konsumen yang sensitif terhadap gluten sangat mengandalkan produk ini untuk kesehatan mereka. Ketika mereka mengonsumsi roti biasa yang diklaim sebagai roti gluten free—seperti yang dijual Bake n Grind—risiko reaksi alergi serius pun tak terhindarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *