MINGGUPAGI.ID – Kabar gembira datang dari Kota Batik! Dua ikon kuliner khas Pekalongan yang legendaris, yaitu Nasi Megono Pekalongan dan Lopis Krapyak, telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Kebudayaan. Pengakuan ini bukan sekadar gelar, melainkan validasi bahwa Nasi Megono dan Lopis Krapyak adalah bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. Penetapan ini diharapkan menjadi modal besar untuk promosi dan pengembangan kuliner khas Pekalongan ke kancah yang lebih luas.
Keunikan Nasi Megono Pekalongan: Cita Rasa Kecombrang
Meskipun Nasi Megono juga ditemukan di daerah lain seperti Kabupaten Batang dan Pekalongan, Nasi Megono Pekalongan memiliki keunikan rasa yang berbeda.
Berdasarkan hasil kajian yang diajukan, keunggulan Nasi Megono Pekalongan terletak pada bumbu khasnya yang menggunakan tambahan kecombrang. Penggunaan kecombrang ini menciptakan cita rasa yang lebih khas, nikmat, dan segar.
Selain itu, upaya pelestarian Nasi Megono juga mencakup inovasi produk. Salah satu pelestari, Haji Mas Duki, telah bekerja sama dengan Pemda untuk menciptakan inovasi ‘Megono Kaleng’. Inovasi ini memungkinkan Nasi Megono lebih tahan lama dan mudah dibawa bepergian, menjamin kuliner khas Pekalongan ini tetap lestari lintas generasi.
Lopis Krapyak: Tak Lagi Hanya Dinikmati Saat Syawalan
Lopis Krapyak dulunya merupakan sajian wajib saat perayaan Syawalan (seminggu setelah Idul Fitri). Namun, berkat popularitas dan upaya promosi, kini Lopis Krapyak sudah mudah ditemukan setiap hari di kawasan strategis Kota Pekalongan, seperti di Jalan Agus Salim.
Penetapan Lopis Krapyak dan Nasi Megono sebagai Warisan Budaya Takbenda Kuliner diharapkan memberikan dampak ekonomi yang positif. Pengakuan nasional ini menjadi modal kuat bagi masyarakat untuk memasarkan kedua kuliner khas Pekalongan ini secara lebih luas, meningkatkan popularitas dan pendapatan pelaku usaha lokal.
Komitmen Pelestarian Jangka Panjang Kuliner Khas Pekalongan
Dinparbudpora Kota Pekalongan berkomitmen menindaklanjuti penetapan WBTB ini dengan langkah konkret. Promosi Nasi Megono dan Lopis Krapyak akan diperluas dalam setiap event daerah dan kunjungan tamu resmi.
Ke depan, upaya pelestarian kuliner khas Pekalongan tidak berhenti di dua menu ini. Pihak Pemda juga akan terus menggali potensi kuliner lokal lain, seperti Soto Tauto dan Garang Asem, dengan harapan kuliner-kuliner tersebut juga dapat menjadi identitas budaya Kota Pekalongan yang dikenal hingga kancah internasional.
Dengan pengakuan resmi Warisan Budaya Takbenda Kuliner, Nasi Megono dan Lopis Krapyak telah memperkuat posisi mereka sebagai representasi identitas budaya Pekalongan. Komitmen pemerintah dan masyarakat untuk terus melestarikan dan mengembangkan kedua kuliner khas Pekalongan ini menjadi kunci agar kekayaan budaya ini tetap lestari.











