MINGGUPAGI.ID – Kasus pemasangan spanduk bakso babi (bakso tidak halal) di Bantul, Yogyakarta, oleh DMI dan MUI baru-baru ini kembali mengingatkan umat Muslim akan pentingnya memilih produk makanan yang terjamin kehalalannya.
Menanggapi polemik bakso babi ini, Pemerintah Provinsi DIY melalui Disperindag telah menegaskan kembali adanya Perda dan Pergub terkait kewajiban pelaku usaha memastikan sertifikasi halal dan pencantuman label. Untuk melindungi konsumen, khususnya umat Islam, penting untuk mengetahui cara membedakan bakso babi dan sapi agar terhindar dari produk bakso tidak halal yang marak beredar.
Regulasi dan Kewajiban Sertifikasi Halal di DIY
Polemik bakso babi di Bantul menjadi pendorong bagi Pemprov DIY untuk kembali menyosialisasikan aturan mengenai jaminan produk halal. Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 27 Tahun 2018 mengatur secara jelas mengenai:
- Kewajiban Pelabelan: Pelaku usaha wajib mencantumkan label halal pada produk makanan dan minuman yang beredar di pasar, atau memberikan informasi jelas jika produk tersebut bakso tidak halal.
- Sertifikasi Halal: Peraturan ini juga mengatur prosedur pengajuan sertifikasi halal dari lembaga yang diakui (seperti MUI).
- Peran Pemda: Pemda DIY berwenang melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada pelaku usaha tentang pentingnya sertifikasi halal.
Tujuan pemasangan spanduk pada warung bakso babi di Bantul, menurut DMI setempat, adalah bentuk kepedulian untuk memastikan umat Muslim tidak salah membeli produk bakso tidak halal.
Cara Membedakan Bakso Babi dan Sapi: Ciri-Ciri Fisik
Larisnya penjualan bakso sayangnya dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal. Oleh karena itu, umat Islam wajib mengetahui cara membedakan bakso babi dan sapi serta daging non-halal lainnya, bahkan sebelum warung tersebut mengantongi sertifikasi halal.
Berikut adalah empat ciri utama untuk membedakan kedua jenis daging tersebut:
Warna: Sapi Merah, Babi Abu-abu
Bakso daging sapi tergolong red meat, sehingga warnanya cenderung merah kecokelatan. Sebaliknya, bakso daging babi tergolong white meat, sehingga warnanya lebih terang keabuan. Sementara, bakso dari daging tikus warnanya cenderung lebih pucat.
Tekstur: Babi Halus dan Berminyak
Bakso daging sapi memiliki banyak serat, kesat, dan cenderung berurat. Sementara itu, bakso daging babi terkenal lebih halus dan berminyak karena kadar lemaknya yang tinggi. Tekstur bakso daging tikus biasanya keras dan mudah pecah.
Aroma: Amis Tajam pada Bakso Babi
Bakso daging sapi akan tercium bau khas daging sapi. Namun, bakso daging babi memiliki aroma yang lebih tajam dan amis. Jika aroma yang tercium lebih amis dan menyengat, waspadai kemungkinan daging tikus.
Harga: Indikasi Bakso Tidak Halal
Harga menjadi indikasi awal yang penting. Bakso daging sapi yang asli dan berkualitas akan dijual dengan harga yang relatif lebih mahal. Jika ada pedagang yang menjual bakso dengan harga sangat murah, patut dicurigai bahwa bakso tersebut menggunakan bahan yang lebih murah, termasuk potensi bakso babi atau bahan bakso tidak halal lainnya.











